KELUARGA DAN KELAS SOSIAL

Keluarga

Keluarga merupakan suatu kelompok primer sekaligus kelompok. Sebagai kelompok primer keluarga memiliki karakteristik interaksi yang kuat dan face to face. Sementara itu sebagai kelompok acuan perilaku anggota keluarga akan mengacu pada nilai-nilai, norma dan standar yang berada dalam keluarga.

Perbedaan antara keluarga dengan kelompok lain

 

Keluarga Kelompok Lain
Terbentuk oleh pernikahan atau kelahiran Terbentuk oleh pekerjaan atau tugas
Hubungan yang lebih permanen Hubungan lebih kontaktual
Hubungan lebih berorientasi pada interpersonal Lebih berorientasi pada tujuan
Lebih kepada pencaian nilai intrinsik Lebih kepada ikatan yang berorientasi nasional
Orientasi kelompok (corporative) Orientasi pribadi (competitive)

 

Rumah tangga (a household) terdiri dari anggota yang terkait dengan keluarga (family) dan semua orang-orang yang tidak terkait yang berada dalam suatu unit tempat tinggal (baik itu rumah, apartemen, kelompok kamar-kamar, dan lain-lain). Rumah tangga dapat terdiri dari dua jenis/ bentuk: keluarga (families) dan non-keluarga (non families).

Suatu keluarga mungkin merupakan suatu keluarga patriat (patriarchal family), di mana sang ayah dipertimbangkan sebagai anggota yang paling dominan, sedangkan dalam suatu keluarga matriat (matriarchal family), pihak wanita memainkan peran dominan, dan membuat banyak keputusan, sedangkan dalam equalitarian family, sang suami dan istri membagi secara seimbang pengambilan keputusan dominasi anggotas keluarga dalam pengambilan keputusan oleh konsumen adalah sebagai berikut.

Otonomi (autonomic), dimana sejumlah keputusan yang seimbang (adil) dibuat masing-masing pasangan (sang suami dan isteri)

  • Dominasi suami (husband dominant)
  • Dominasi isteri (wife dominant)
  • Gabungan (joint or syncretic), dimana kebanyakan keputusan dibuat secara bersama oleh sang suami dan isteri.

Kategori kemungkinan

Keluarga memiliki struktur sendiri, seperti juga yang terjadi pada masyarakat, di mana setiap anggota memainkan perannya masing-masing. Bagi pemasar adalah penting untuk membedakan peran setiap anggota keluarga dalam tujuan untuk mengoptimalkan strategi pemasaran. Asumsi yang dibuat mengenai peran-peran pembelian harus dicek melalui riset konsumen sehingga pemasar dapat membuat bauran pemasaran yang tepat ditujukan terhadap individu yang tepat.

Struktur peran anggota keluarga

Peran instrumental dan ekspresif (instrumental and expressive)

Disini menunjukkan kebutuhan akan kepemimpinan dan pemenuhan tugas di satu sisi dan kebutuhan akan moral dankerapatan (kohesi) di sisi lain

Peran anggota keluarga dalam keputuan pembelian (purchase process role)

Terdapat 7 peran yamg mingkin dibentuk oleh anggota keluarga yaitu :

  • Initiator (pencetus)
  • Influencer (pemberi pengaruh)
  • Decision maker / decider (pengambil keputusan)
  • Purchaser (pembeli)
  • Gatekeeper (pengontrol masuknya produk ke dalam keluarga)
  • Users (pengguna)

Contoh dalam pembelian biskuit :

  • Initiator : Anak
  • Influencer : Anak, teman sepermainan, saudara
  • Decider : Ibu
  • Buyer : Ibu / pembantu
  • User : Anak

Konsep siklus hidup keluarga atau rumah tangga telah terbukti sangat bermanfaat bagi pemasar, khususnya untuk aktivitas dari keluarga-keluarga seiring dengan berjalannya waktu. Dengan adanya konsep siklus hidup, pemasar mampu mengapresiasi kebutuhan keluarga, pembelian produk, dan sumber daya keuangan bervariasi sepanjang waktu.

Siklus hidup keluarga modern didasarkan pada usia (dari individu wanita dalam rumah tangga, jika tepat), yang ditelusuri dalam kelompok-kelompok usia muda (young), usia menengah (middle aged). Dan kelompok usia lebih tua (elderly). Usia yang beragam ini dipengaruhi oleh dua bentuk peristiwa penting, yaitu (1) pernikahan dan pemisahan (baik karena perceraian atau kematian), dan (2) hadirnya anak pertama dan anak paling akhir.

Kelas Sosial

Kelas sosial didefinisikan sebagai pembagian anggota masyarakat ke dalam suatu hierarki status kelas yang berbeda sehingga para anggota setiap kelas secara relatif mempunyai status yang sama`dan para anggota kelas lainnya mempunyai status yang lebih tinggi atau lebih rendah.

jkl

 

Kategori kelas sosial biasanya disusun dalam hierarki, yang berkisar dari status yang rendah sampai yang tinggi. Dengan demikian, para anggota kelas sosial tertentu merasa para anggota kelas sosial lainnya mempunyai status yang lebih tinggi maupun lebih rendah dari pada mereka.

Aspek hierarkis kelas sosial penting bagi para pemasar. Para konsumen membeli berbagai produk tertentu karena produk-produk ini disukai oleh anggota kelas sosial mereka sendiri maupun kelas yang lebih tinggi, dan para konsumen mungkin menghindari berbagai produk lain karena mereka merasa produk-produk tersebut adalah produk-produk “kelas yang lebih rendah”.

Pendekatan yang sistematis untuk mengukur kelas sosial tercakup dalam berbagai kategori yang luas berikut ini: ukuran subjektif, ukuran reputasi, dan ukuran objektif dari kelas sosial.

Peneliti konsumen telah menemukan bukti bahwa di setiap kelas sosial, ada faktor-faktor gaya hidup tertentu (kepercayaan, sikap, kegiatan, dan perilaku bersama) yang cenderung membedakan anggota setiap kelas dari anggota kelas sosial lainnya.

Para individu dapat berpindah ke atas maupun ke bawah dalam kedudukan kelas sosial dari kedudukan kelas yang disandang oleh orang tua mereka. Yang paling umum dipikirkan oleh orang-orang adalah gerakan naik karena tersedianya pendidikan bebas dan berbagai peluang untuk mengembangkan dan memajukan diri.

Dengan mengenal bahwa para individu sering menginginkan gaya hidup dan barang-barang yang dinikmati para anggota kelas sosial yang lebih tinggi maka para pemasar sering memasukkan simbol-simbol keanggotaan kelas yang lebih tinggi, baik sebagai produk maupun sebagai hiasan dalam iklan yang ditargetkan pada audiens kelas sosial yang lebih rendah.

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di perilaku konsumen dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s