KREATIFITAS, INOVASI, DAN ENTREPRENEURSHIP

Pada skema yang terdapat pada modul digambarkan empat tahapan yang terjadi dalam proses munculnya kreatifitas. Apabila dalam proses tersebut dijumpai kesulitan, seringkali akan sangat membantu apabila dicoba untuk mundur kembali ke tahapan sebelumnya, dan kemudian mencoba kembali maju ke tahapan berikutnya.

Sebagai contoh, jika seseorang tidak mampu memunculkan gagasan atau solusi terhadap permasalahan yang dihadapi (Tahapan 3 – Memunculkan Gagasan), maka akan sangat membantu apabila orang tersebut  kembali ke Tahapan 1 – Akumulasi Pengetahuan. Seringkali, apabila seseorang membenamkan dirinya dalam data, sesungguhnya ia memberikan kesempatan kepada bawah sadarnya untuk memulai kembali memproses data, mencoba kembali memahami hubungan sebab-akibat yang terjadi, dan akhirnya memberinya peluang untuk mampu merumuskan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi.

 

pict : slideplayer.info

pict : slideplayer.info

Mengembangkan Kreatifitas

Banyak cara yang bisa digunakan untuk memperbaiki bakat kreatif seseorang. Cara yang seringkali dianggap paling membantu adalah dengan menyadari kebiasaan, serta hambatan mental, yang menghalangi munculnya kreatifitas. Kemajuan akan lebih cepat diperoleh apabila dilakukan latihan secara teratur, yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan kreatif.

Bagian berikut ini mencoba menjelaskan cara-cara untuk meningkatkan kesadaran terhadap kebiasaan berpikir yang menghambat kreatifitas, sehingga diharapkan bisa membantu meningkatkan kreatifitas seseorang.

  1. 1.    MENGENALI HUBUNGAN
  2. 2.    MENGEMBANGKAN PEMAHAMAN TENTANG FUNGSI
  3. 3.    MENGGUNAKAN OTAK
  4. 4.    MENGHILANGKAN CARA BERPIKIR YANG MENGHAMBAT

Kebiasaan-kebiasaan yang seringkali menghambat munculnya kreatifitas maupun inovasi antara lain cara berpikir yang sifatnya mencari aman, cara berpikir stereotip, cara berpikir ”mungkin” yang menujukkan keengganan mengambil keputusan, ataupun cara berpikir ”atau” yang menunjukkan keengganan memilih.

Kebiasaan semacam ini cenderung menghambat dan mengacaukan proses berpikir kreatif, sehingga sesungguhnya diperlukan cara berpikir yang berbeda agar kreatifitas bisa muncul.

 

Sumber Inovasi

Inovasi adalah alat yang dipergunakan oleh para Entrepreneur lebih untuk memanfaatkan perubahan  daripada menciptakan perubahan. Dalam kenyataan, beberapa jenis temuan memang mampu membawa perubahan, walaupun hal seperti ini sebenarnya jarang terjadi, dan lebih mudah dijumpai inovasi yang muncul untuk memanfaatkan perubahan. Terdapat berbagai bidang yang biasanya merupakan sumber terjadinya inovasi, seperti yang dijelaskan berikut ini.

  1. a.    KEJADIAN TAK TERDUGA (temuan yang sifatnya tidak disengaja, dan munculnya sebenarnya tidaklah direncanakan sehingga biasanya merupakan kejutan inovatif bagi perusahaan).
  2. b.    KESENJANGAN (kesenjangan terjadi apabila terdapat ketidaksesuaian antara harapan dengan kenyataan. Banyak pencetus gagasan baru ternyata mendapat ilham dari kesenjangan semacam ini).
  3. c.    MENJAWAB KEBUTUHAN (muncul kebutuhan khusus yang menyebabkan si Entrepreneur perlu ber-inovasi untuk menjawab kebutuhan khusus tersebut, seperti munculnya makanan kesehatan).
  4. d.    PERUBAHAN INDUSTRI DAN PASAR (kondisi pasar selalu mengalami perubahan, baik karena sikap konsumen berubah, terjadinya perubahan atau kemajuan teknologi, pertumbuhan sektor industri, dll. Karena itu industri maupun pasar akan selalu berubah, baik perubahan pada strukturnya, pada definisinya, dan juga pada unsur-unsur lainnya.
  5. e.    PERUBAHAN DEMOGRAFI (perubahan populasi, seperti umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, sebaran secara geografis bisa memunculkan peluang. Contoh, bila usia rata-rata populasi meningkat, berarti peluang hidup lebih besar, maka permintaan terhadap industi perawatan kesehatan juga akan menjadi lebih besar).
  6. f.     PERUBAHAN PERSEPSI (perubahan bisa terjadi pada persepsi masyarakat tentang sesuatu hal, baik berupa pandangan maupun mengenai keadaan, hal ini bisasangat berpengaruh terhadap peluang usaha. Contohnya ditunjukkan oleh makin kuatnya persepsi masyarakat tentang perlunya memiliki badan sehat dan bentuk badan proporsional menyebabkan permintaan terhadap sasana fitness dan makanan-makanan penunjang kesehatan meningkat).
  7. g.    GAGASAN DENGAN DASAR  ILMU PENGETAHUAN

selanjutnya klik halaman 3 

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di kewirausahaan dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s