MEMAHAMI KONDISI LINGKUNGAN SEBAGAI PERSIAPAN BAGI USAHA BARU

Memantau Kondisi Lingkungan

Pemantauan terhadap kondisi lingkungan merupakan kegiatan yang ditujukan untuk memeriksa kondisi lingkungan luar mapun lingkungan internal suatu kegiatan usaha.

Lingkungan luar terdiri dari berbagai variabel, baik yang bersifat peluang maupun yang dapat menjadi ancaman bagi kegiatan usaha yang terdapat di luar organisasi usaha dan tidak dapat dikendalikan oleh pengusaha. Kondisi dan variabel-variabel ini akan menentukan situasi lingkungan luar yang harus dihadapi oleh kegiatan usaha. Lingkungan luar ini terdiri dari dua bagian, yaitu lingkungan tugas (task environment) dan lingkungan sosial (societal environment) seperti ditunjukkan pada Gambar 1.

 

 

Gambar 1.

Elemen-elemen Lingkungan

  • Lingkungan tugas: mencakup elemen-elemen atau kelompok-kelompok yang  secara langsung bisa mempengaruhi ataupun dipengaruhi kegiatan utama organisasi seperti: pemegang saham, pemerintah, supplier, komunitas lokal, kelompok-kelompok kepentingan seperti LSM, pesaing, pelanggan, pemberi pinjaman, serikat pekerja dan asosiasi usaha.
  • Lingkungan tugas suatu jenis usaha sering dinamakan “industri” dari jenis usaha tersebut.
  • Lingkungan sosial mencakup berbagai kekuatan yang bersifat umum dan tidak secara langsung berpengaruh terhadap kegiatan jangka pendek perusahaan. Walaupun demikian, dalam jangka panjang kekuatan ini terasa pengaruhnya, seperti tingkat pendidikan masyarakat, pendapatan per kapita.
  • Lingkungan internal terdiri dari variabel-variabel yang bisa berupa kekuatan maupun kelemahan, dan terdapat di dalam perusahaan, yang biasanya dalam jangka pendek tidak dapat dikendalikan perusahaan. Variabel-variabel ini akan menentukan corak situasi dalam perusahaan menjalankan kegiatannya. Situasi tersebut dibangun oleh struktur kegiatan usaha, corak budaya, dan jenis sumber yang tersedia. Struktur kegiatan usaha menunjukkan cara yang biasa dijalankan dalam mengelola usaha ditinjau dari aspek-aspek komunikasi, otoritas, dan aliran kegiatan, seperti tergambarkan pada skema organisasi. Budaya menggambarkan corak kepercayaan, harapan, dan sistem nilai yang dianut oleh kebanyakan anggota organisasi, dan juga sesungguhnya menggambarkan corak perilaku yang biasanya dianut dan bisa diterima dalam organisasi.

LINGKUNGAN EKONOMI DAN LINGKUNGAN USAHA

Penelaahan terhadap kondisi lingkungan secara makro perlu dilakukan terhadap

(1) Lingkungan Ekonomi secara keseluruhan, dan

(2) Kondisi Lingkungan Usaha dari kegiatan yang dijalankan.

Lingkungan Ekonomi

Kondisi atau corak dari lingkungan ekonomi sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan ataupun kegagalan dari suatu usaha yang baru dimulai. Akan tetapi, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa para Entrepreneur pada umumnya hanya menaruh sedikit perhatian terhadap usaha untuk menelaah apakah lingkungan ekonomi yang dihadapi sesungguhnya mendukung ataupun merupakan ancaman terhadap usaha yang dijalankannya. Di lapangan kerap kali dijumpai pengusaha atau calon pengusaha yang berani menanamkan modalnya tanpa penelaahan kondisi lingkungan ekonomi secara memadai. Sesungguhnya, penelaahan yang memadai terhadap kondisi lingkungan ekonomi bisa membantu para pengusaha ataupun calon pengusaha untuk memahami kondisi yang dihadapi agar tidak terjebak dalam situasi yang menyulitkan.

Beberapa pertanyaan penting untuk dipelajari apabila calon pengusaha bermaksud untuk memulai sebuah usaha baru, antara lain[1] :

Ÿ  Seperti apa kondisi ekonomi negara tempat usaha baru akan dimulai?

Ÿ  Seperti apa corak kondisi pasar tenaga kerja dimana usaha baru akan dijalankan?

Ÿ  Apakah suku bunga yang berlaku relatif stabil atau selalu mengalami kenaikan?

Ÿ  Berapa banyak perusahaan-perusahaan sejenis telah berdiri dan di kemudian hari mungkin menjadi saingan?

Ÿ  Apakah perusahaan-perusahaan sejenis tersebut berukuran sama, ataukah bervariasi? Apakah berbeda ukurannya dengan usaha baru yang hendak dijalankan?

Ÿ  Bagaimana penyebaran lokasi perusahaan sejenis yang berpotensi untuk menjadi saingan?  Apakah lokasinya tersebar atau terkonsentrasi di suatu daerah tertentu?

Ÿ  Apakah perusahaan tersebut cenderung hanya melayani pasar lokal atau daerah lain? Apakah ada perusahaan sejenis yang melakukan ekspor? Apakah memang terdapat peluang untuk memasarkan produk yang dihasilkan di pasar luar negeri?

Ÿ  Adakah peraturan-peraturan pemerintah yang mungkin berpengaruh terhadap jenis usaha yang akan dijalankan?

Ÿ  Bagaimana corak persaingan yang selama ini terjadi antara perusahaan sejenis?

Entrepreneur yang akan memulai usaha baru perlu menyadari bahwa diperlukan sikap dan keterampilan tertentu agar memiliki kemampuan untuk membaca kondisi lingkungan ekonomi. Beberapa karaktertistik yang dianggap paling penting disajikan berikut ini.

Ÿ  Pengusaha atau calon pengusaha perlu memiliki pemahaman yang luas mengenai pengaruh lingkungan luar, terutama elemen-elemennya yang mungkin berpengaruh terhadap usaha yang hendak dijalankan

Calon pengusaha perlu memiliki kemampuan menafsirkan dan menerjemahkan pengaruh lingkungan luar menjadi pola pengelolaan ataupun pola pengambilan keputusan yang tepat dalam menjalankan usaha.

Ÿ  Pengusaha atau calon pengusaha perlu memiliki kemampuan negosiasi dan juga kompromi untuk menyelesaikan berbagai jenis konflik kepentingan yang terjadi karena berbagai jenis konstituen ternyata memiliki sasaran maupun sistem nilai yang berbeda.

Pengusaha atau calon pengusaha perlu memiliki kecerdasan intelektual yang memadai untuk mempelajari dan memahami berbagai permasalahan dan perkembangan yang terjadi di masyarakat. Pengusaha atau calon pengusaha perlu memiliki kemampuan berpikir jernih agar dapat menghadapi berbagai permasalahan yang terjadi.

MEMAHAMI ATURAN PEMERINTAH

Perusahaan perlu mentaati peraturan dan undang-undang yang berlaku di tempat perusahaan itu menjalankan kegiatannya.

  • Harga

Usaha kecil sering terpaksa menaikkan harga jual produk atau jasa yang dihasilkannya untuk mengimbangi kenaikan ongkos yang terjadi.

  • Ketahanan menghadapi perubahan

Dampak aturan yang baru ataupun perubahan peraturan sering membawa konsekuensi finansial dengan proporsi lebih memberatkan usaha kecil

Ÿ  Persaingan Usaha

Ÿ  Pengelolaan

Aturan pemerintah sering memaksa usaha berukuran kecil untuk mengorbankan waktu dengan proporsi lebih besar agar dapat memenuhi berbagai aturan tersebut

Ÿ  Menta 

Membaca Kondisi Lingkungan Usaha

Michael E.Porter, kegiatan membaca kondisi lingkungan pada dasarnya dilakukan agar mampu menjawab pertanyaan penting, yaitu :

  1. 1.    Seperti apa karakteristik struktur industri dari jenis usaha yang kita jalankan?. Bagaimana kemungkinan perubahan yang mungkin bisa terjadi dalam struktur industri tersebut? Apakah perubahan tersebut akan membawa peluang sehingga menjadi jenis industri ataupun usaha yang kita jalankan menjadi menarik?
  2. 2.    Bagaimana posisi relatif perusahaan yang kita jalankan dalam struktur industri tersebut? Pertanyaan ini muncul karena pada jenis industri yang menarik sekalipun.

 

Untuk memahami kondisi lingkungan, pemahaman terhadap corak struktur industri yang ditempatinya merupakan langkah penting berikutnya bagi sebuah perusahaan yang baru berdiri. Elemen-elemen penting dalam suatu jenis struktur industri, dan perlu mendapat perhatian dari perusahaan-perusahaan yang berada dalam struktur industri ditunjukkan gambar 3 diatas.

Gambar  2.  Elemen-elemen Utama Struktur Industri (Model 5 Kekuatan Porter)

Berikut dijelaskan elemen-elemen penting yang ikut bermain dalam suatu jenis struktur industri, dan perlu mendapat perhatian dari perusahaan yang berada dalam struktur industri tersebut (ditunjukkan pada Gambar 3). Selanjutnya,gambar 4, menunjukkan pertanyaan yang dapat digunakan memahami karakteristik jenis struktur industri.

Gambar 3.  Petunjuk Penggunaan Model 5 Kekuatan Porter

KARAKTERISTIK INDUSTRI SECARA UMUM

Industri baru yang sedang tumbuh secara umum memiliki karakteristik yang sama, yaitu:

  • Ketidakpastian Teknologi (Technological Uncertainty)
  • Ketidakpastian Strategi (Strategic Uncertainty)
  • Pembeli Pemula
  • Horison Waktu yang Pendek

HAMBATAN MASUK

Pada industri yang sedang ataupun baru tumbuh seringkali terdapat hambatan untuk masuk bagi pengusaha pendatang baru. Hambatan yang sering muncul pada umumnya berkaitan dengan keterbatasan pengusaha baru pada aspek-aspek :

Ÿ Teknologi

Ÿ Jaringan distribusi

Ÿ Bahan baku dan berbagai sumber lainnya

Ÿ Pengalaman

Ÿ Resiko

PERSAINGAN

Seperti petunjuk yang disajikan pada Gambar 4, menunjukkan berbagai analisis yang perlu dilakukan dalam membaca kondisi persaingan, yaitu dengan mempertimbangkan (1)   unsur apa yang bisa mendorong terjadinya persaingan antar perusahaan, dan

(2) tindakan apa saja yang bisa muncul dalam persaingan. Dengan mempelajari berbagai unsur ini diharapkan para pengusaha memiliki suatu kerangka yang jelas dalam melakukan analisis terhadap persaingan[2]. Analisis yang lepat dan lengkap terhadap kondisi persaingan merupakan modal yang penting untuk mengantarkan sebuah usaha yang masih baru menuju keberhasilan.

Jenis Hambatan

Penjelasan

Ketidakmampuan memper-oleh Bahan Baku dan berba-bagai jenis komponen lainnya Perkembangan sebuah usaha baru menuntut ketersediaan pemasok baru. Atau pemasok lama perlu meningkatkan volume outputnya, atau perlu memodifikasi bahan baku agar sesuai dengan corak kebutuhan perusahaan pendatang baru. Karena itu muncul peluang terjadinya kelangkaan bahan baku/komponen lainnya

 

Harga bahan baku naik secara cepat Permintaan yang meningkat karena munculnya perusahaan baru sementara supply tidak mencukupi, akan mengakibatkan harga bahan baku mengalami kenaikan pada awal munculnya perusahaan baru. Kenaikan harga terjadi mengikuti hukum supply dan demand atau karena pemasok paham bahwa bahan baku sangat dibutuhkan oleh perusahaan baru.

 

Infrastruktur belum tersedia Usaha baru seringkali menghadapi kesulitan yang muncul karena infrastruktur belum tersedia, misalnya belum tersedia jalur distribusi, penyedia jasa-jasa perawatan, ketersediaan karyawan yang terampil, dll.

 

Produk/jasa yang dihasilkan cepat ketinggalan jaman (obsolete) Pertumbuhan usaha baru bisa terhambat apabila konsumen menganggap bahwa produk/jasa yang dihasilkan akan segera ketinggalan jaman (obsolete) jika muncul teknologi yang lebih baru. Konsumen akan menunggu munculnya teknologi yang lebih baru dan terjadinya penurunan harga

 

Mutu produk/jasa tidak konsisten

 

Karena belum memiliki standar maupun teknologi yang ajeg, mutu produk/jasa  yang dihasilkan oleh perusahaan baru sering tidak konsisten. Walaupun mutu yang buruk hanya terjadi pada sebagian kecil perusahaan, tetapi hal ini bisa mengurangi kredibiltas maupun image usaha baru

 

Image perusahaan belum cukup baik Konsumen sering kecewa terhadap usaha baru karena belum mampu menghasilkan produk/jasa dengan mutu yang konsisten, sehingga kredibiltas usaha baru sering dianggap buruk oleh lembaga-lembaga keuangan. Karena itu, usaha baru sering mengalami hambatan dalam mendapatkan pinjaman ataupun pinjaman dengan bunga lunak

 

Tabel 1.  Berbagai Jenis Hambatan dalam Pengembangan Usaha

Gambar 4.  Unsur-unsur dalam Analisis Persaingan

MEMILIH TAHAPAN

  1. Mendefinisikan secara jelas bidang usaha yang akan dijalankan oleh usaha baru
  2. Mempelajari persaingan yang harus dihadapi
  3. Mempelajari kekuatan dan sifat pemasok
  4. Mempelajari nilai-tambah usaha baru
  5. Perkiraan ukuran permintaan/pasar

ANALISIS TERHADAP KOMUNITAS

Analisis terhadap lingkungan mIkro difokuskan terhadap lokasi ataupun komunitas dimana sebuah usaha baru akan dijalankan.

MENETAPKAN LOKASI

Penetapan lokasi dimana usaha baru hendak dijalankan perlu didahului dengan memahami kondisi lokasi ataupun komunitas dimana usaha baru hendak dijalankan, yaitu melalui analisis terhadap beberapa faktor berikut :

 

DEMOGRAFI

Memahami demografi lokasi dapat membantu calon pengusaha menentukan komposisi ataupun karakteristik konsumen yang terdapat di lokasi/komunitasnya.

Karakteristik penting demografi suatu lokasi adalah tingkat atau intensitas kegiatan yang bersifat entrepreneur di lokasi itu perlu diperoleh berbagai jenis informasi berikut :

Ÿ  Jumlah atau persentase pengusaha yang bersifat entrepreneur di suatu lokasi

Ÿ  Jenis usaha yang dijalankan para pengusaha yang bersifat entrepreneur tersebut

Ÿ  Corak  hubungan para pengusaha dengan pemasok

Ÿ  Corak hubungan para pengusaha dengan bank

KEGIATAN DASAR PEREKONOMIAN

Besarnya peluang yang dapat dimanfaatkan oleh para entrepreneur di suatu lokasi bisa diukur melalui kegiatan dasar perekonomian yang terdapat di lokasi tersebut. Perlu diketahui corak pekerjaan para konsumen,, distribusi, tingkat pendapatannya, dan pola bekerjanya. Perlu diperiksa apakah kondisi ketenagakerjaan di lokasi itu bergantung atau dipengaruhi sebuah perusahaan berukuran besar, Apakah kegiatan perusahaan besar tersebut dipengaruhi oleh fluktuasi musiman

KECENDERUNGAN PERKEMBANGAN POPULASI

Kecenderungan perkembangan populasi juga perlu dipelajari untuk memperoleh kepastian bahwa populasi ataupun suatu komunitas cenderung sedang berkembang, dan bukan berada dalam kondisi statis ataupun mundur. Komunitas/daerah yang sedang tumbuh merupakan tempat subur bagi kegiatan usaha bersifat entrepreneur

IKLIM USAHA

Kondisi iklim usaha di suatu lokasi sebenarnya tergambarkan oleh kondisi berbagai faktor yang tersedia di lokasi tersebut, seperti kondisi sistem transportasi di lokasi, kondisi sistem perbankan, ketersediaan jasa profesional seperti konsultan, kegiatan dasar perekonomian, kecenderungan pertumbuhan yang terjadi di lokasi itu, dan keajegan pendapatan konsumen.

PENGAMATAN TERHADAP PERSYARATAN YANG PERLU DIMILIKI PENGUSAHA DI LAPANGAN

Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa paling sedikit perlu  dimiliki beberapa kemampuan berikut agar pengusaha atau pengusaha baru bisa membuat perusahaannya mampu bertahan ataupun menjadi berkembang :

  1. Memahami mekanisme keberhasilan perusahaan
  2. Memahami sifat produk atau jasa yang diusahakan

Mampu membaca perubahan kecenderungan lingkungan usaha

[1] Kuratko, hal.192

[2] Bandingkan gambaran yang disajikan mengenai unsur-unsur persaingan dengan Instrumen ABCDE yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya.

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di kewirausahaan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s