TEORI PERMINTAAN KONSUMEN INDIVIDUAL

Kurva berlereng menurun dapat dicari dengan menggunakan analisis kurva indiferensi dan garis kendala anggaran. Mula-mula keseimbangan kepuasan maksimal konsumen pada titik E0 yaitu persinggungan kurva indiferensi I0 dengan garis kendala anggaran BL0. Pada harga P0X  kuantitas X yang diminta sebesar X0 dan kuantitas Y yang diminta sebesar Y0.  Ketika harga barang X turun dari P0X menjadi P1X maka garis kendala anggaran berotasi berlawanan dengan arah jarum jam dari BL0 menjadi BL1 sedangkan harga barang Y dianggap tetap konstan. Keseimbangan konsumsi sekarang adalah pada titik E1 yaitu titik singgung baru antara BL1 dan I1. Pada harga P1X , kuantitas barang X yang diminta sebesar X1 dan barang Y yang diminta tetap sebesar Y1. Jika titik-titik keseimbangan konsumen tersebut dihubungkan maka akan diperoleh kurva konsumsi harga (KKH). Jika kurva konsumsi harga tersebut diturunkan pada sumbu X kuantitas barang X dan sumbu Y pada harga barang X maka diperoleh kurva permintaan barang X. Ketika harga barang X turun maka jumlah barang X yang diminta konsumen lebih banyak.

 Kurva Konsumsi Harga

     Kurva Permintaan Barang X

 

Hukum permintaan dapat dijelaskan juga dengan efek pendapatan dan efek subtitusi. Posisi keseimbangan mula-mula di titik A, bila harga barang X turun maka pada tingkat pendapatan yang sama, garis anggaran berotasi berlawanan dengan arah jarum jam. Garis anggaran berubah dari BL0 menjadi BL1 dan posisi keseimbangan baru di titik C. Ketika ada penurunan harga barang X menyebabkan jumlah barang X bertambah dari X0 menjadi X2. Hal ini disebut dengan efek total yaitu berasal dari efek substitusi dan efek pendapatan. Untuk mengetahui efek subtitusi,ditunjukkan oleh garis kendala anggran BL2 yang menyinggung garis anggaran semula yaitu I0 di titik B. Garis kendala anggaran BL2 sejajar dengan garis kendala anggaran BL1 karena keduanya didasarkan pada nisbah harga baru setelah ada penurunan harga barang X. Dengan adanya penurunan harga barang X mula –mula konsumen ingin melakukan menambah barang X dan mengurangi barang Y untuk mempertahankan tingkat kurva indiferensi yang bisa dicapai. Efek subtitusi ditunjukkan dengan bergesernya tiitk A ke titik B. Penurunan harga menyebabkan naiknya pendapatan riil yaitu bergesernya titik B ke titik C, yang disebut dengan efek pendapatan. Jadi pada barang normal, akibat penurunan harga barang X efek subtitusi bergerak sejalan dengan efek pendapatan yang menyebabkan kenaikan kuantitas yang diminta dari X0 menjadi X2.

    Efek Substitusi dan Efek Pendapatan

Pada kasus barang inferior, efek subtitusi dan efek pendapatan tidak berjalan searah dan efek subtitusi lebih dominan dari pada efek pendapatan. Efek pendapatan pada barang inferior, ketika ada penurunan harga barang yang menyebabkan kenaikan pendapatan riil menyebabkan penuruna jumlah barang yang diminta.

Sedangkan pada kasus barang giffen, ketika ada penurunan harga barang menyebabkan penuruna jumlah barang yang diminta. Hal ini karena efek subtitusi berjalan berlawanan dengan efek pendapatan dan efek pendapatan lebih besar dari pada efek subtitusi.

silahkan melanjutkan klik halaman 3

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di pengantar ekonomi mikro dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s