PRIVATISASI DI INDONESIA

Ini adalah lanjutan inisiasi 6 dari MK Perekonomian Indonesia, inisiasi 6 sebelumnya membahas tentang KOPERASI INDONESIA

privatisasi tidak sekedar menang

privatisasi tidak sekedar menang

  1. Pengertian dan Konsep Privatisasi

Dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan dan mengurangi beban pemerintah, Badan-badan Usaha Milik Negara (governmentowned companies) diarahkan untuk melakukan korporatisasi (corporation) dan privatisasi (privatization).

Korporatisasi dapat diartikan sebagai menerapkan pola-pola manajemen unit bisnis swasta dalam badan-badan usaha milik negara tersebut dan menghapuskan pola-pola birokrat atau pemerintahan yang sering mencemari manajemen BUMN. Privatisasi atau swastanisasi adalah melepaskan sebagian atau seluruh saham kepada pihak swasta, baik itu secara langsung maupun melalui pasar modal (go public).

Sementara itu dalam konteks pemberdayaan BUMN di Indonesia, reformasi BUMN dilakukan dengan dua pendekatan yang berjalan simultan, yaitu restrukturisasi dan privatisasi. Dalam hal ini restrukturisasi diartiakan sebagai upaya untuk peningkatan kesehatan perusahaan dan pengembangan kinerja usaha atau privatisasi BUMN. Langkash yang dilakukan antara lain dengan memperkuat posisi manajemen perusahaan sebesar- besarnya kepada manajemen dan meminimalkan keterlibatan pemerintah.

 

2. Tujuan Privatisasi

Gagasan privatisasi (swastanisasi) sangat gencar dimasa perekonomian yang sedang dilanda kesulitan. Paling tidak ada tiga kondisi atau faktor yang melatarbelakanginya. Pertama, BUMN dilihat sebagai sosok unit usaha yang tidak efisien dan belum optimal kinerjanya sehingga dianggap berpeluang untuk dibenahi dan ingin menjadikannya sebagai unit usaha yang kinerjanya sesuai dengan kaidah-kaidah bisnis umumnya. Kedua, membantu kesulitan keuangan negara dan problematik perekonomian nasional umumnya. Ketiga, untuk menarik masuknya modal asing.

 

3. Studi Kasus Privatisasi

Dasar utama proses privatisasi ini terutama adalah adalah pemikiran bahwa aktifitas ekonomi dan bisnis lebih baik diserahkan kepada swasta karena usaha yang dikelola swasta umumnya lebih efisien. Privatisasi tidak saja terjadi di negara berkembang, tetapi juga di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Jepang, Jerman dll.

Reformasi BUMN di Indonesia antara lain wujudnya tercermin dari kebijakan privatisasi (untuk selanjutnya istilah privatisasi disini mencakup korporatisasi atau restrukturisasi). Usaha reformasi BUMN sebenarnya sudah dimulai sejak 1983, bersamaan dengan reformasi perbankan, lembaga keuangan, serta sektor moneter secara keseluruhan. Pemikiran reformasi BUMN di tanah air lebih diorientasikan pada penjualan saham BUMN melaui pasar modal.

Proses swastanisasi ini sebenarnya dapat dilihat dari beberapa bentuk. Swastanisasi antara lain  bisa dilakukan dengan menjual penuh atau melepas sepenuhnya BUMN kepada perusahaan swasta. Di sisi lain pemerintah selaku pemegang saham, bisa juga melepas sebagian saja sahamnya kepada swasta baik melalui penawaran umum di pasar modal maupun penempatan modal langsung (direct placement) atau kombinasi keduanya.

Perkembangan yang terjadi di tanah air dan global saat ini telah membuat langkah privatisasi atas BUMN makin mendesak untuk dilakukan. Di samping beberapa faktor yang sudah dikemukakan sebelumnya, paling tidak ada tiga alasan lainnya, baik dilihat dari kondisi internal BUMN maupun kondisi eksternal dan global yang ada, untuk melakukan privatisasi tersebut, yaitu :

  1. BUMN di tanah air sebagian masih menampakkan sosok buram yang mencerminkan kinerja yang tidak baik.
  2. Perkembangan ekonomi dunia yang makin terbuka dan liberal menuntut setiap unit usaha bertindak profesional dan menekankan kinerja yang berorientasi efisien
  3. Kecenderungan demokratisasi dalam aktivitas ekonomi domestik agaknya juga akan lebih menguntungkan bagi pemerintah untuk menanggalkan sebagian usahanya untuk diserahkan kepada masyarakat/swasta.

 

Lima prinsip dasar privatisasi, yaitu : (a) kejelasan tujuan (b) otoritas dan otonomi (c) pantauan kerja (d) sistem penghargaan dan hukun (e) persaingan yang netral

Selanjutnya Dampak Politik-Ekonomi Privatisasi dan Demokratisasi, klik halaman 2 

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Perekonomian Indonesia dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s