Globalisasi Ekonomi Indonesia

2. Dampak Glonalisasi Ekonomi Bagi Indonesia

Keikutsertaan Indonesia dalam globalisasi ekonomi mungkin tidak berakibat buruk jika Indonesia memang mampu secara cepat melakukan penyesuaian-penyesuaian ekonomi sehingga perekonomian menjadi lebih efisien dan daya saingnya meningkat. Bahkan jika siap, pasar Indonesia menjadi lebih luas yang akan mendorong kegairahan ekonomi domestik.

Berdasar hasil perhitungan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia relatif tinggi jauh di atas Singapura, Malaysia, Thailand atau Filipina. Penilaian ICOR tersebut menggambarkan untuk memperoleh output yang sama kita membutuhkan input yang lebih besar. Jadi jika pasar input juga bebas maka kita tidak dapat bersaing di pasar ASEAN terlebih pasar dunia. Kita umumnya memiliki daya saing atas produk-produk primer atau industri karena ditopang input yang murah seperti produk-produk yang bersifat padat karya karena upah buruh murah.

Pukulan paling besar yang disebabkan oleh globalisasi ekonomi Indonesia diterima oleh sektor jasa. Dengan berbagai proteksi selama ini saja sektor jasa sudah ‘menghapuskan’ surplus dari nilai perdagangan Indonesia, terlebih jika sektor jasa tidak diproteksi akibat kesepakatan GATS (General Agreement on Trade and Services) yang akan dilaksanakan secara bertahap. Meskipun neraca perdagangan Indonesia surplus, namun dalam neraca berjalan (current account) defisit, sebagai akibat ekspor jasa yang jauh lebih kecil daripada impornya sehingga ‘menyerap’ surplus pada neraca perdagangan tersebut. Dengan globalisasi ada ancaman bahwa suatu negara tidak bisa lagi secara ekonomi menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Gambaran tersebut melihat globalisasi dari perspektif pesimistik.

Proses transmisi dan reformasi yang sedang berjalan, jika berhasil, akan membuat dampak globalisasi yang lebih menguntungkan bagi kita. Globalisasi akan memberikan akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia di luar negeri yang hingga saat ini sulit dimasuki karena berbagai proteksi. Proses reformasi ekonomi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dari setiap sumber daya yang digunakan. Ini akan menimbulkan tingkat daya saing yang lebih tinggi sehingga akan lebih memudahkan produk kita bersaing di pasar domestik maupun global. Makin banyak permintaan atas produk nasional maka makin banyak permintaan tenaga kerja dan daya beli masyarakat, artinya makin tinggi pula kemakmuran masyarakat.

Globalisasi tidak saja berdampak terhadap kondisi makro ekonomi, tetapi juga pada perilaku masyarakat. Keterbukaan ekonomi mengakibatkan : pertama, makin ketatnya persaingan antar individu yang memperkuat individualitas. Kedua, munculnya sifat hedonisme yang membuat manusia selalu memaksa dirinya untuk mencapai kepuasan dan kenikmatan pribadinya. Ketiga, sikap individualistis menimbulkan pula ketidakpedulian antar sesama.

Selanjutnya Poin 3 ada di halaman 3 

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Perekonomian Indonesia dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s