Utang Luar Negeri Indonesia

Masuk Inisiasi 8, MK Perekonomian Indonesia. Inisiasi ini terdiri dua bahasan, yaitu, Utang Luar Negeri dan Korupsi. Pembahasan Korupsi di Indonesia di publish di artikel selanjutnya

pict : drumerfan.wordpress.com

pict : drumerfan.wordpress.com

  1. Hakikat Utang Luar Negeri Indonesia

Utang luar negeri sebagian besar diberikan negara kaya kepada negara berkembang di Asia dan Afrika. Para pendonor tersebut mau memberikan utang dengan dua alasan. Pertama, dilandasi oleh kepentingan ekonomi yang startegis. Kedua, dilandasi tangung jawab moral penduduk negara kaya kepada negara miskin.

Utang luar negeri juga dapat digunakan secara politis. Negara-negara maju memberikan utang yang berkedok bantuan untuk menanamkan pengaruh politiknya kepada negara debitur. Pengakuan John Perkins dalam bukunya Confession of an Economic Hit Man menjadi bukti empirik bahwa utang luar negeri merupakan upaya sistematis yang dilakukan negara kreditor untuk mengambil alih penguasaan ekonomi (SDA dan asset-asset strategis) di negara debitor. Pemberian utang luar negeri adalah sarana mereka untuk memperburuk perekonomian negara debitur ke dalam situasi keterjebakan utang (debt-trap).

 

2. Jenis-Jenis Utang Luar Negeri

Sumber pendanaan dari luar negeri dapat  berupa hibah dan utang. Hibah diberikan tanpa persyaratan yang mengikat, sedangkan utang diberikan dengan berbagai persyaratan. Utang luar negeri dibagi atas utang jangka panjang dan utang jangka pendek. Berikut berbagai jenis bantuan luar negeri  dari yang disusun berdasarkan tingkat paling mudah/lunak :

  1. Hibah (grant) uang senilai $ 1 juta, tanpa ikatan dalam cara penggunaannya
  2. Hibah beras senilai $ 1 juta suatu negara, yang hasil penjualannya digunakan untuk membiayai proyek pembangunan tertentu di negara penerima hibah
  3. Pinjaman (loan) sebesar $ 1 juta yang penggunaannya terbatas untuk membeli barang dan jasa konsultasi dari perusahaan negara pemberi pinjaman. Lama pinjaman 20 tahun, masa tenggang (gestation period) 1 tahun dengan bunga 1 persen
  4. Pinjaman sebesar $ 1 juta dengan bunga 3 persen untuk membeli barang dari negara pemberi pinjaman, masa pelunasan (amortisasi) 10 tahun
  5. Pinjaman sebesar $ 1 juta juga dengan bunga 1 persen di bawah suku bunga yang berlaku di pasar komersial, lama pinjaman 8 tahun

Mekanisme pencairan utang luar negeri sangat tergantung mekanisme yang dibuat oleh kreditur. Berdasarkan mekanisme pencairan utang Bank Dunia dan IMF, ada beberapa hal yang dapat  disimpulkan, yaitu :

  1. Kreditur sangat berkuasa dalam menentukan hal-hal yang boleh dibiayai melalui utang luar negeri
  2. Kreditur dengan sangat leluasa mengetahui data-data rahasia milik pemerintah seperti data keuangan sehingga ia dapat menggunakan data-data ekonomi keuangan negara debitur yang dapat digunakan untuk kepentingan ekonomi politik mereka
  3. Utang luar negeri yang diberikan terus-menerus dalam jangka lama menciptakan ketergantungan.

Selanjutnya Pembahasan Indonesia terjebak utang luar negeri dan solusinya, klik halaman 2 

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Perekonomian Indonesia dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s