PENGERTIAN, SISTEM & PROSES AUDIT SUMBER DAYA MANUSIA

Manfaat Audit SDM

Menurut Rivai (2004), audit SDM mengevaluasi aktifitas SDM yang digunakan dalam suatu perusahaan dan merupakan pengendalian kualitas keseluruhan yang mengevaluasi aktifitas SDM dalam suatu perusahaan. Manfaat dari audit SDM ini antara lain yaitu:

  1. Mengidentifikasi kontribusi-kontribusi departemen SDM terhadap perusahaan.

  2. Meningkatkan citra profesional departemen SDM

  3. Mendorong tanggungjawab dan profesionalisme yang lebih besar diantara karyawan departemen SDM

  4. Memperjelas tugas-tugas dan tanggungjawab departemen SDM

  5. Menstimulasi keragaman kebijakan dan praktik-praktik SDM

  6. Menemukan masalah-masalah SDM yang kritis

  7. Menyelesaikan keluhan-keluhan dengan berpedoman pada aturan yang berlaku

  8. Mengurangi biaya-biaya SDM melalui prosedur yang efektif

  9. Meningkatkan kesediaan untuk mau menerima perubahan yang diperlukan didalam departemen SDM.

Tujuan Audit SDM

Ketika anda melakukan audit SDM, sebenarnya ada beberapa hal yang mesti diketahui yakni kegunaan audit SDM itu sendiri. Ini tergantung dari perspektif dan tujuan audit SDM itu sendiri. Dengan mengetahui tujuan audit, maka pelaksanaan audit dan prosesnya akan menyelaraskan dengan tujuan tersebut. Beberapa hal yang menjadi tujuan dan kegunaan audit SDM antara lain:

  1. Mencari hal-hal yang berpotensi menimbulkan masalah serius di kemudian hari.

  2. Mencari area yang dapat dilakukan perbaikan dan improvement.

  3. Sebagai alat dokumentasi untuk merger, akuisisi maupun reorganisasi.

  4. Untuk mencari tahu seberapa jauh pemenuhan sistem dengan standar, peraturan dan regulasi yang ada.

Menurut Rivai (2004), audit SDM bertujuan untuk:

  1. Menilai efektifitas SDM.

  2. Aspek-aspek yang masih dapat diperbaiki.

  3. Mempelajari aspek-aspek tersebut secara mendalam.

  4. Menunjukkan kemungkinan perbaikan, serta membuat rekomendasi untuk pelaksanaan perbaikan tersebut.

Objek Audit Sumber Daya Manusia (SDM)

Aspek SDM yang dapat diaudit cukup luas, karena SDM itu sendiri mencakup fungsi perencanaan, fungsi pengembangan, fungsi pemeliharaan, fungsi informasi, fungsi penghargaan dan penghukuman, serta fungsi peningkatan kinerja. Dengan demikian jika dirinci, obyek yang dapat diaudit adalah sebagai berikut:

  • Fungsi Perencanaan: Manpower Planning, Manpower Recruitment, Manpower Fulfillment, Sourcing Candidate.

  • Fungsi Pengembangan: Training, Development, Coaching, Mentoring.

  • Fungsi Pemeliharaan: Industrial Relation, Coorporate Social Responsibility.

  • Fungsi Informasi & Teknologi: Personnel Data Base, Sistem Informasi Manajemen SDM (HRIS).

  • Fungsi Penghargaan dan Penghukuman: Compensation & Benefit, Reward, Termination, Punishment.

  • Fungsi Peningkatan kinerja: Performance Management System, Pay for Performance.

Aspek diatas merupakan sisi Hard Capabilities Organization karena masih banyak berkutat dalam hal sistem dan prosedur. Perkembangan selanjutnya yang bisa menjadi pertimbangan audit adalah mengaudit aspek Soft Organization, antara lain:

  • Budaya Organisasi

  • Audit Competency Staff SDM

  • Audit kepuasan terhadap fungsi SDM

Selanjutnya Ruang Lingkup dan instrumen Audit SDM klik halaman 3

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Audit SDM dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s